Halaman Pembayaran untuk Jualan Online: Informasi yang Perlu Dicantumkan
Begitu pembeli setuju membeli, satu hal yang mereka butuhkan cuma satu: ke mana uangnya dikirim. Halaman pembayaran untuk jualan online, entah berupa catatan yang kamu tempel di bio, dokumen yang kamu bagikan tautannya, atau tangkapan layar yang kamu kirim berulang, ada untuk menjawab pertanyaan itu dalam sekali baca.
Satu batasan sebelum masuk ke isinya. Yang dibahas di sini adalah halaman statis berisi detail pembayaran, yaitu halaman yang kamu susun sekali lalu kamu pakai berulang untuk semua pembeli. Ini berbeda dari layanan payment gateway, yang memproses pembayarannya dan dapat melaporkan status tiap transaksi kepadamu. Sebagian saran di bawah, terutama soal nominal, hanya berlaku untuk jenis yang pertama.
Halaman semacam ini gampang tumbuh ke dua arah yang salah. Ada yang terlalu sedikit isinya sehingga pembeli tetap harus bertanya, ada yang terlalu banyak sehingga bagian pentingnya tenggelam. Berikut isi yang layak masuk, isi yang sebaiknya tidak, dan alasannya masing-masing.
Informasi yang perlu ada di halaman pembayaran
Empat hal di bawah menjawab pertanyaan yang benar-benar dimiliki pembeli di detik itu. Selebihnya bersifat tambahan.
Nama yang dikenali pembeli. Nama toko atau nama kamu, sama persis dengan yang tertulis di akun tempat kamu berjualan. Pembeli yang datang dari Instagram lalu membuka halaman bernama lain akan berhenti sejenak untuk memastikan mereka tidak salah alamat, dan jeda itu tidak menguntungkan siapa pun.
Daftar cara bayar dengan nomornya, lengkap. Nama bank atau dompet digital, lalu nomornya utuh tanpa disingkat. Tulis angkanya polos dalam satu rangkaian, tanpa spasi hias, tanda hubung, atau pemisah yang kamu tambahkan sendiri. Pemisah semacam itu ikut tersalin, lalu ditolak atau diperbaiki manual oleh pembeli, dan pengetikan ulang itulah yang membuka jalan ke transfer yang nyasar karena salah ketik nomor rekening.
Nama pemilik rekening. Pembeli yang berhati-hati akan mencocokkan nama penerima di aplikasi banknya sebelum menekan kirim. Kalau namanya tidak pernah kamu sebutkan, mereka melihat nama asing di layar konfirmasi dan punya alasan untuk berhenti di sana.
Perhatikan di mana nama itu kamu tulis. Kalau semua rekeningmu atas nama yang sama, satu baris di bagian atas halaman sudah cukup mewakili seluruh daftar. Kalau ada rekening yang atas nama orang lain, misalnya rekening usaha atas nama rekan atau keluarga, jangan menaruh satu nama untuk semuanya. Sebutkan nama pemilik per rekening di percakapan atau di faktur saat kamu mengirim tautannya, karena satu nama di bagian atas justru akan salah untuk sebagian barisnya.
Apa yang harus dilakukan setelah transfer. Satu kalimat sudah cukup: konfirmasi ke mana, dan apa yang perlu dikirim. Tanpa itu, kamu akan menerima konfirmasi lewat tiga kanal berbeda dan kehilangan jejaknya. Kalau kamu berjualan lewat chat, urutan lengkapnya ada di alur jualan lewat WhatsApp.
Yang justru sebaiknya tidak dicantumkan
Bagian ini sama pentingnya, dan lebih mudah terlewat karena menambahkan sesuatu terasa lebih produktif daripada menahan diri.
Nominal yang dipatok di halaman. Nominal bisa berbeda di tiap pesanan, sementara halaman pembayaran isinya bertahan lama. Begitu keduanya dicampur, kamu harus menyunting halaman setiap kali harga berubah, dan pembeli lama bisa membuka versi yang sudah kedaluwarsa. Sebutkan nominal di percakapan, bukan di halaman.
Terlalu banyak pilihan pembayaran sekaligus. Menampilkan tujuh rekening tidak membuat pembeli merasa lebih dilayani, tapi membuat mereka harus memilih sebelum bisa membayar. Tampilkan yang benar-benar kamu pantau mutasinya, lalu sembunyikan sisanya. Kalau kamu memisahkan rekening pribadi dan rekening usaha, pertimbangannya dibahas di rekening terpisah untuk usaha.
Data pribadi yang tidak diperlukan untuk membayar. Alamat rumah, tanggal lahir, atau foto kartu identitas tidak membuat pembayaran lebih lancar. Nama penyedia, identitas akun yang diperlukan untuk mengirim, dan nama pemilik bila relevan sudah cukup untuk transaksi berjalan.
Janji yang tidak bisa kamu penuhi sendiri. Menulis "dana aman, pasti kembali kalau barang tidak sampai" berarti kamu menjanjikan skema penjaminan yang harus kamu tanggung dari kantong sendiri. Kalau memang ada kebijakan pengembalian dana, tulis syaratnya dengan jelas dan singkat, bukan sebagai slogan.
Bukti transfer pembeli lain. Tangkapan layar transaksi orang lain memuat nama dan sebagian nomor rekening mereka, dan kamu tidak sedang memegang izin untuk menyebarkannya.
Halaman ini tidak dibuat untuk ditemukan di Google
Satu hal yang membedakan halaman pembayaran dari halaman lain di tokomu: halaman ini tidak perlu bersaing di mesin pencari. Isinya nomor rekening dan nama, dan tidak ada gunanya membuat keduanya bisa ditemukan orang yang tidak sedang membeli apa pun dari kamu. Alasan lengkapnya, termasuk perbedaan antara "bisa dibagikan" dan "bisa dicari", dibahas di kenapa halaman pembayaran sebaiknya tidak muncul di Google.
Karena itu pula, halaman pembayaran bukan tempat menaruh deskripsi panjang, kata kunci, atau artikel. Tugasnya selesai begitu pembeli menemukan tujuan transfernya.
Cara menyusunnya supaya terbaca sekali jalan
Urutannya sederhana dan sebaiknya kamu pertahankan: nama, cara bayar, nama pemilik rekening, lalu langkah konfirmasi. Pembeli membaca dari atas, dan informasi yang paling mereka cari sebaiknya tidak berada di bawah paragraf sambutan.
Beberapa penyesuaian kecil yang berpengaruh:
- Satu baris satu rekening, jangan digabung dalam satu paragraf.
- Nomor ditulis polos tanpa spasi hias atau tanda pemisah tambahan, karena pembeli akan menyalinnya apa adanya.
- Jangan menyisipkan jeda baris di tengah nomor supaya "muat" di layar sempit. Jeda yang kamu ketik sendiri ikut tersalin, sedangkan baris yang sekadar membungkus dengan sendirinya tidak.
- Periksa ulang setiap kali kamu menutup atau mengganti rekening. Halaman pembayaran yang menampilkan rekening lama adalah cara pelan untuk kehilangan uang.
Setelah pembayaran masuk, pemeriksaannya tetap kamu lakukan sendiri di mutasi. Urutan yang bisa kamu ikuti ada di cara memastikan transfer sudah masuk sebelum mengirim barang.
Kalau halamannya ingin dibuat sekali dan dipakai terus
Semua isi di atas bisa kamu susun sendiri di catatan mana pun yang bisa dibagikan tautannya. Yang melelahkan bukan menyusunnya, melainkan merawatnya: memperbarui nomor di beberapa tempat sekaligus, dan memastikan pembeli menyalin angkanya tanpa keliru.
CopyPay dibuat untuk kebutuhan itu. Rekening dan dompet digital yang kamu tambahkan tampil sebagai daftar dengan tombol salin di setiap barisnya, akun yang sedang tidak kamu pakai bisa disembunyikan tanpa dihapus, dan halamannya disetel agar tidak diindeks mesin pencari. CopyPay tidak memproses, menampung, atau menjamin dana kamu. Transfernya berjalan langsung dari pembeli ke rekening kamu, dan pemeriksaan mutasi tetap kamu lakukan sendiri. Kalau yang kamu butuhkan justru pemrosesan dan konfirmasi otomatis, yang kamu cari adalah payment gateway: DOKU, misalnya, menyebut layanan payment link mereka memberi notifikasi real time setiap kali pembayaran berhasil. Itu kategori produk yang berbeda dari halaman detail pembayaran seperti ini. Nama pemilik rekening juga tetap kamu tuliskan sendiri, karena halamannya menampilkan nama penyedia dan nomor akunnya saja. Kamu bisa melihat contoh halamannya lebih dulu sebelum memutuskan.
Ringkasnya
Halaman pembayaran yang bekerja memuat empat hal saja: nama yang dikenali pembeli, nama penyedia beserta identitas akunnya, nama pemilik bila relevan, dan langkah konfirmasi. Nominal, data pribadi, dan janji penjaminan justru sebaiknya ditinggalkan. Sisanya soal merawat, yaitu memeriksa ulang setiap kali ada rekening yang kamu tutup atau ganti.