QRIS atau Transfer Manual? Hitung-hitungan Biaya untuk Usaha Kecil
Mulai dari mana kalau mau menghitung biaya QRIS? Dari sini: pedagang bakso dengan omzet QRIS Rp10.000.000 sebulan bisa kena potongan Rp0, sementara toko kelontong menengah dengan omzet yang sama kena Rp70.000. Keduanya benar, karena biaya QRIS bukan satu angka. Ia tergantung kategori usahamu dan nominal tiap transaksi.
Skema MDR QRIS yang berlaku
MDR (Merchant Discount Rate) adalah potongan yang ditanggung penjual, bukan pembeli. Skemanya ditetapkan Bank Indonesia dan bisa dilihat di halaman resmi QRIS di situs Bank Indonesia. Yang paling relevan untuk penjual kecil, per saat artikel ini ditulis:
- Usaha mikro (UMI), transaksi sampai Rp500.000: 0 persen. Tidak ada potongan sama sekali.
- Usaha mikro, transaksi di atas Rp500.000: 0,3 persen untuk transaksi tersebut.
- Usaha kecil, menengah, dan besar: 0,7 persen per transaksi.
Dua hal penting dari skema ini. Pertama, ambangnya berlaku per transaksi, bukan per bulan. Kedua, kategorimu ditetapkan saat mendaftar lewat penyedia jasa pembayaran (bank atau aplikasi tempat kamu membuat QRIS), jadi pastikan kamu terdaftar di kategori yang benar; kategori yang tidak tepat dapat membuat tarif yang diterapkan tidak sesuai dengan status usahamu.
Tiga contoh perhitungan
- Warung mikro, 100 transaksi × Rp100.000 sebulan (Rp10 juta): semua transaksi di bawah Rp500.000, MDR 0 persen. Potongan: Rp0.
- Usaha mikro yang sesekali menerima pesanan besar, misalnya satu transaksi Rp800.000: transaksi itu kena 0,3 persen, yaitu Rp2.400. Transaksi kecil lainnya tetap 0 persen.
- Toko kategori usaha kecil, omzet QRIS Rp10 juta sebulan: 0,7 persen dari semuanya, sekitar Rp70.000 per bulan atau Rp840.000 setahun.
Selain potongan, perhitungkan juga arus kas: dana QRIS tidak selalu masuk seketika ke rekeningmu. Tergantung penyedianya, pencairan bisa membutuhkan waktu. Untuk usaha yang memutar uang harian, jeda ini ikut menentukan.
Transfer manual sebagai pembanding
Transfer manual dapat bebas biaya bagi kamu sebagai penerima, dan pembeli pun bisa bebas biaya kalau mereka transfer dari bank yang sama; dari bank berbeda, pengirim mungkin dikenai biaya antar bank (rinciannya ada di perbandingan biaya transfer antar bank). Setelah transfer berhasil, kamu sebagai penerima umumnya menerima nominal penuh; pengirim mungkin tetap dikenai biaya.
Biayanya berbentuk lain: pekerjaan manual. Mengirim nomor rekening, menunggu konfirmasi, mencocokkan mutasi. Untuk sepuluh transaksi sehari itu ringan; untuk seratus, terasa.
Salah satu pilihan adalah memakai keduanya sesuai kebutuhan: QRIS untuk transaksi tatap muka bernilai kecil, ketika kecepatan antrean lebih berharga daripada potongan (yang dapat bernilai nol untuk UMI dengan transaksi sampai Rp500.000), dan transfer manual untuk nominal besar, pelanggan tetap, serta pesanan jarak jauh.
Satu hal yang sering tertukar: QRIS dan kode QR halaman pembayaran
Keduanya sama-sama kode QR, tapi fungsinya berbeda. QRIS adalah kanal pembayaran: dipindai, uang berpindah, MDR mengikuti skema di atas. Kode QR halaman pembayaran (seperti yang tersedia di paket Juragan CopyPay) hanyalah pintu menuju halaman berisi daftar rekeningmu: dipindai, pembeli melihat semua rekening dan dompet digitalmu, lalu transfer manual seperti biasa, tanpa MDR.
Keduanya bukan pesaing dan bisa ditempel bersebelahan di kasir: QRIS untuk yang mau sekali pindai langsung bayar, kode QR halaman untuk yang mau transfer manual tanpa mengetik nomor. Bentuk halamannya bisa dilihat di contoh halaman pembayaran CopyPay.
Ringkasnya
Cek dulu kategori QRIS-mu, karena di situlah seluruh hitungan bermula: usaha mikro dengan transaksi kecil praktis tidak terpotong, sedangkan kategori di atasnya membayar 0,7 persen untuk kepraktisan. Hitung dengan omzet dan ukuran transaksimu sendiri, lalu pilih kombinasi yang potongannya memang sepadan.